2
Bandung- (21/05), kantin yang baru beberapa bulan di bangun di kampus tepatnya di samping gedung kelas syariah itu hapir setiap harinya di ramaikan oleh mahasiswa dan mahasiswi untuk makan dan hanya sekedar untuk membeli jajanan ringan.

Dengan beberapa banyak makana yang di jajakan oleh para pedagang yang ada di kantin tersebut, kantin yang di bangun dengan dua lantai itu sangat terlihat sumpek da padat, karena sangat banyak pedagang di sanah, bebrapa pedagangpun mengeluhkan dengan tempat tersebut, karena banyak mahasiswa yang makan di kantin kekurangantempat duduk dan meja dan akhirnya selalu berdesaakan, membuat para mahasiwa tidak nyaman dengan hal itu


Abah Kardi (49), selaku pedagang gorengan dan makanan ringan sangat mengeluhakn dengan kantin yang baru di bangun tersebut, karena harus membayar sewa yang lumayan mahal, membayar makananpun  dengan sistem pembayarn di kasir tidak langsung bayar kepada para pedagang tersebut, dan harus memakai nota, mau membeli jajanan berapapun tetap harus memakai nota.

Kantin yang di bangun dua lantai itu di bayar dengan harga sewa berbeda-beda, harga sewa di tempat bawah sebesar sepuluh persen dan sedangkan di lantai atas sebesar duapuluh persen, pembayaran tersebut di bayar setiap harinya kepada kasir yang ada di sana, dengan sesuai penghasilan masing-masing.

Para pedagang lebih nyaman saat berjualan di kantin yang saat ini menjadi UIN Mart, tempatnya lebih nyaman dan lebih aman ketika barang-barang mereka di tinggalkan, ketimbang kanti baru sekarang yang tidak aman, dan bila hujan turun semua dagangan mereka terkena hujan.


Posting Komentar

 
Top